Tiga Cara Mencapai Zuhud

“Aku mencapai derajat orang yang zuhud dengan melakukan perenungan kepada tiga hal. Pertama, aku melihat bahwa kuburan itu sunyi dan menakutkan, sementara aku tidak melihat bahwa tidak ada orang yang bisa menentramkan hatiku disana. Kedua, aku melihat bahwa perjalanan (menuju akhirat) itu sangat jauh sedangkan aku tidak cukup memiliki bekal. Dan Ketiga, aku melihat bahwa…

Empat Hal Pembangun Tawakal

Hatim Al-Asham ditanya seseorang, “Wahai Hatim, atas dasar apa engkau membangun tawakalmu kepada Allah?” Hatim menjawab,” Aku membangun tawakalku kepada Allah diatas empat perkara. Pertama, karena aku tahu bahwa rezekiku tidak mungkin akan dimakan oleh selainku, maka dari itu jiwaku selalu tentram. Kedua, karena aku tahu bahwa pekerjaanku (kewajibanku) tidak mungkin akan dikerjakan orang lain…

Delapan Buah Kedengkian

Pertama, kedengkian itu bisa membawamu menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain. artinya engkau sedih jika orang lain mendapat nikmat, dan merasa mendapat nikmat jika orang lain mendapat musibah. Ini termasuk perbuatan orang munafik. Kedua, engkau semakin memendam kedengkian di dalam batin sehingga engkau merasa bergembira atas musibah yang menimpa orang lain. Ketiga, engkau mejauhi dan…

Meraih Keberuntungan dari Lima Hal

“Hendaklah kalian berpegang pada lima hal dan kerjakanlah, maka kalian akan beruntung. Pertama, sembahlah Allah sesuai dengan kebutuhanmu kepada-Nya. Kedua, Ambillah dunia sekedar memenuhi kebutuhan hidupmu. Ketiga, perbuatlah dosa sesuai ksanggupanmu menanggung siksa-nya. Keempat, berbekallah di dunia sebanyak kebutuhanmu di dalam kubur. Dan Kelima, beramallah untuk mendapatkan surga sesuai dengan kedudukan yang kalian inginkan.” (Imam…

Empat Bencana bagi Orang Bakhil

Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas dari salah satu bencana yang membinasakan, yaitu: Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh ahli warisnya lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya, atau hartanya akan diambil paksa oleh penguasa zalim, atau hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula, atau adakalanya harta itu akan dirampas…

Jangan Kagum!

Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang memperhatikan dengan kagum Basyar As-Sulaimi yang sedang shalat khusyu’. Ketika Basyar selesai shalat, ia berkata pada laki-laki tersebut. “Jangan kamu kagum dan tertipu melihat ibadah saya. Saya khawatir, karena sesungguhnya Iblis laknatullah telah menyembah Allah selama bertahun-tahun kemudian dia durhaka seperti keadannya sekarang.” (Hiyatul Aulia, 6/241)

Empat Macam Nikmat

Pertama, yang bermanfaat di dunia dan di akhirat, seperti ilmu dan akhlak. Ini adalah nikmat yang hakiki. Kedua, yang mudharat di dunia dan diakhirat. Ini disebut bencana yang hakiki. Ketiga, yang bermanfaat ketika itu dan mudharat di masa yang akan datang, seperti bersenang-senang dan memperturutkan hawa nafsu. Ini merupakan bencana bagi orang-orang berilmu tetapi nikmat…