Film AYAT-AYAT CINTA (cooming soon)


faac

Ternyata film A2C akan segera terbit. itu setidaknya dapat dilihat dari situs 21cineplex.com.

Berikut ini resume FILM A2C:

Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah. Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya. Betul begitu? Sepertinya pindah ke Mesir membuat hal itu berubah

Tersebutlah Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja. Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak. Setelah itu ada Noura (Zaskia Adya Mecca). Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya

Terakhir muncullah Aisha (Rianti Cartwright). Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya. Lalu bagaimana bocah desa nan lurus itu menghadapi ini semua? Siapa yang dipilihnya? Bisakah dia menjalani semua dalam jalur Islam yang sangat dia yakini?

Jenis Film
DRAMA
Pemain
FEDI NURIL, RIANTO CARTWRIGHT, CARISSA PUTRI, ZASKIA ADYA MECCA, MELANIE PUTRIA, HJ. MIEKE WIJAYA
Sutradara
HANUNG BRAMANTYO
Penulis
SALMAN ARISTO/GINATRI NOER
Produser
DHAMOO PUNJABI, MANOJ PUNJABI
Produksi
MD PICTURES

sumber: http://www.21cineplex.com/movie.cfm?id=1781

52 pemikiran pada “Film AYAT-AYAT CINTA (cooming soon)

  1. biaza ja tuch..
    biz, Q blm prnh bc novelnya..palg nntn filmnya..
    is there sum1 wanna borrowed me it’s novel??
    Q snengnya ma film horor sie..
    thx a lot y!!
    cm iseng” doank..

    Suka

  2. mudah sekali bicara islami. apa saja yang didalamnya terdengar kata Allah tergambar tulisan Allah dan icon-icon islam maka sudah islami.

    keragamankah yang ingin disampaikan??? yang bagaimana???

    tapi satu hal, film ini tidak mewakili (tidak membawa semangat) kelompok umat Islam yang mengimani bahwa berhijab, menutup aurat (kecuali telapak tangan dan muka apalagi bercadar) itu wajib. kalau yang ini semua setuju donk. ini sebuah fakta yang tidak terbantahkan.

    sebagai film, tak ada yang baru. tidak meyentuh untuk saya.
    tiba-tiba saya ingat sebuah film Irak, yang judulnya (dalam bahasa Inggris) Hidden Half.
    pesannya jelas. salah satunya arti sebuah kejujuran suami istri.

    A2DC yang film remaja itu masih menyentuh saya. pergulatan emosi, logika alurnya…. dapat dach.
    atau “Gie”………..

    saya bingung, siapa Fahri???
    bahwa banyak perempuan jatuh hati dengannya…….. keberuntungan doi, tapi karakter
    kesempurnaan oi ga tergali tuch….
    mungkin Fahri tinggal di dunia “terbatas”

    karakter Maria seperti apa yach? doi jatuh hati sama Fahri bisa sech, cinta datang “sembarang” tapi mengapa sampai begitu merananya…….. siapa doi yach?
    karakter Nurul, jatuh cintanya juga boleh….. tapi kemeranaan (yang teramat sangat) dia hingga membuat pakdenya datang ke Fahri dan meminta menikahinya……. yang pasti tidak mewakili karakter perempuan Islami…….
    tapi mungkin, maksudnya yang buat cerita pamannya tidak mengenal baik keponakannya hingga salah menangkap ekspresi keponakannya yang biasa-biasa aja.

    mungkin pesannya adalah, jangan jadi perempuan
    yang merana karena ditinggal kawin orang yang ditaksir bahkan dicintai….. itu Islami
    …….
    yang saya bingung koq ada yang mengatakan karakter Fahri yang sempurna, karakter doi tidak tergali maksimal…..

    apa yang mau dikatakan tentang Fahri yach?? doi yang tergopoh-gopoh minta tolong Maria karena masalah komputernya (JANGAN LUPA INI TENTANG MAHASISWA NYUSUN TESIS, UMUR BERAPA DOI? BELAJAR KELUAR NEGERI GITU)….. ga’ cowo banget deh. enaknya si cewe ngomong “biasa ajah lage…” yuk kita atasi…

    Islami itu TIDAK CUKUP HANYA sholat lima waktu dan puasa ………….

    laki-laki seperti apa yang menurut disuruh menikah lagi oleh istrinya….
    gitu dulu deh
    mungkin pesannya adalah Fahri yach manusia biasa aja…. jangan memuja orang karena tekun sholat tok

    tapi secara keseluruhan, menonton film ini, saya seperti menonton film India yang sering disiarkan di TV. ga’ sampai selesai sech nontonnya

    bahasa dan wajah pemainnya mengganggu banget…..
    yach kenekadan para pembuatnya….

    saya tetap rindu film Indonesia ………

    tapi, apapun selamat pada MD, telah piawai menjual A2C.

    Anna

    Suka

  3. assalamualaikum wr wb… berkomentar tentang movie dan novel”ayat ayat cinta” sebuah novel yang digarap dengan segala perasaan yang begitu sangat menggugah rasa dalam hati ini… terasa begitu inginnya meneteskan air mata ketika membacanya… subhanaallah novel ini begitu terasa nuansa dan aura islami didalamnya …saya yang hanya hamba ALLAH yang dujana lagi berdosa hanya berpikir apakah dimuka bumi ini ada seorang hamba yang memiliki sifat seperti Fahri??? Apakah ada di bumi ini yang memiliki sifat yang begitu “lurus dan bersih serta suci” dalam hati seorang insan manusia , khalifah di bumi ini yang memiliki sifat diatas yang ada dalam novel “ayat ayat cinta”??? saya hanya berharap semoga ada dan semoga bukan hanya dalam novel saja atau hanya dalam sebuah laga priemer movie saja…. karena didunia yang fana ini hanya sedikit orang yang bersifat demikian itu… terima kasih … saya sangat terharu ketika membacanya .. wassalamualaikum wr wb…

    Suka

  4. assalamualaikum wr wb… berkomentar tentang movie dan novel”ayat ayat cinta” sebuah novel yang cigarap dengan segala perasaan yang begitu menggugah rasa dalam hati ini… terasa begitu inginnya meneteskan air mata ketika membacanya… subhanaallah novel ini begitu terasa nuansa dan aura islami didalamnya …saya yang hanya hamba ALLAH yang dujana lagi berdosa hanya berpikir apakah dimuka bumi ini ada seorang hamba yang memiliki sifat seperti Fahri??? Apakah ada di bumi ini yang memiliki sifat yang begitu “lurus dan bersih serta suci” dalam hati seorang insan manusia , khalifah di bumi ini yang memiliki sifat diatas yang ada dalam novel “ayat ayat cinta”??? saya hanya berharap semoga ada dan semoga bukan hanya dalam novel saja atau hanya dalam sebuah laga priemer movie saja…. karena didunia yang fana ini hanya sedikit orang yang bersifat demikian itu… terima kasih … saya sangat terharu ketika membacanya .. wassalamualaikum wr wb…

    Suka

  5. aku masih penasaran tuh gimana film nya ayat ayat cint n kalau ada yang mau ceritain nelpon aja di noQ 08194001747

    Suka

  6. gw mdukung klo flim2 di indonesia berceritakan cinta yang islami,palagi film ni bagusa buat anak remaja2 sekarang yang gak tau adab. smoga filem2 yang akan datang lebih baik lagi.good luck

    Suka

  7. nich,Komentar aq saat nonton premier AAC..

    subbahallah…

    tu kata pertama yg aq ucapin saat aq liat antrian orang yg mo bli tiket…

    giilaaa orang ampe segitunya mo nonton!!bejibun kyk mo liat konser!!!

    dan rata2 mreka semua pke kerudung!!
    truz aq prihatin bgt saat liat jilbab mreka pada lepas!!dan jerit2 kyk orang kemasukan!!cuma gara2 mo nonton AAC doank!!masyaallah…

    Alhamdulillah untung aja aq punya kawan yg baaeeekk bgt dy ngasih tiket AAC secara cuma2…dy bilang “Just for you..!”…

    Makasi ya abi kamu mang temen yg pengertian..hehe

    btw klo soal novel AAC yg di filmin quh sih nanggepinnya ga munafiklah!aq setuju bgt!!coz aq penasaran ma manusia2 ciptaan kang abik yg dasyat!!secara klo cuma lewat khayalan aja mah ga komplit.tu mnurut guee..

    Dan jujur,quh suka bgt ma jalan critanya yg walau pun berbeda jaauuuh ma crita dinovelnya…
    Dan lagi manurut aq AAC jauuuhh lebih best N bermutu ketimbang film2 yg horor yg ga jelas!!!!

    oh ya lam kenal ya….

    klo sempet qt tukeran link yaaa…

    By: perycantiq.wordpress.com

    Suka

  8. mas hanung filmnya qq ga sama dngn novelnya sich flimnya kurang berkesan seperti novel aslinya mas tlg untuk kedepannya kalau buat film dari novel usahakan disesuaikan dengan aslinya donk!

    Suka

  9. ya haru sbanyak banyak film yang kayak gini biar moral pemuda pemudi dan bangsa kita bisa terbenahi
    dan negara kita bisa baik dari pada yang dulu

    Suka

  10. FILM ini bagus banget!!!!!!!!!!
    Walaupun ada juga yang bilang bahwa filmn ini jelek, tapi menurutku itu wajar!!
    Karya visual (FILM) dan karya tulis (NOVEL) itu berbeda.
    Saat baca novel, kita bisa PAUSE (berhenti dulu).
    Tapi, saat nonton sebuah karya visual (FILM) maka keindahan itu harus tetap terjada dengan tanpa kata PAUSE.

    NAH, MAS Hanung udah buktiin hal itu!!
    aku salut banget sebab FILM-nya sangat REALISTIS.
    Mas Hanung nggak pengen membuat sesuatu yg terlalu sempurna.
    Maku aku maklumi Mas Hanung memilih Aktor dan Aktris seperti Fedi Nuril dan VJ Riyanti.

    Film ini mampu meng COVER seluruh perasaan penonton baik yg udah baca novelnya maupun yg belum baca novelnya.

    kita harus sadar, Kalau kita yg udah baca novelnya pengen cerita film-nya persis seperti novel, MAKA durasi FILM-nya pun akan sangat panjang.

    INILAH kelebihan MAS HANUNG dalam membuat sebuah FILM ADAPTASI dari sebuah NOVEL BEST SELLER dalam durasi waktu 2 jam, tetapi tetap dapat menunjukkan esesnsi sesungguhnya dari INTI NOVEL yg telah diadaptasi.

    BRAVO, MAS Hanung!!!! Thank’s atas your best WORK!!!

    Suka

  11. kiasan sifat fahri bin abdullah ingin aku jalani
    istri se-sholikha aisha ingin juga aku miliki
    sahabat sehebat nurul ingin sekali aku curhati
    dan wanita seanggun maria girgis tiada mengalahkan kebaikan hati.
    novel kang abik secara tersurat maupun tersirat memang memiliki kelebihan dalam cerita yang sempurna.
    akan tetapi apabila kang hanung tidak mencitrakan dalam sebuah bentuk visualisasi seperti film yang telah diputar, mungkin aku hanya bisa membayangkan aja, tanpa ada sebuah gejolak keinginan dan harapan.
    saat membaca novelnyapun aku berpikir kenapa tidak di filmkan saja yaaaa??
    dan pertanyaan itu sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu ketika novel aac baru terbit.
    ketika akhir desember 2007 saya mendengar bahwa novel terlaris itu akan di filmkan saat itu pula dalam acara mtv ampuh aku mendengarkan dan melihat soundtrack album garapan melly goeslow, tidak lain dan tidak bukan judulnya ayat-ayat cinta dengan rossa sebagai pelantunnya.
    sontak ketika itu aku langsung membaca novel ayt2 cinta yang aku beli beberapa tahun yang lalu dengan memasngkan head set yang terhubung dg mp4.
    aku membaca skali lagi novel tsbt + sountraknya
    gejolak jiwa yang terjadi saat itu lebih dasyat daripada beberapa tahun yang lalu.
    dan ketika film itu diputar gejolak itu seakan meledak menjadi sebuah harapan baru dalam hidup aku.
    kang abik + kang hanung bagaikan novel + head set yang aku pakai dan mbk melly g, bagaikan audio yang keluar dari head set itu.
    beberapa tanggapan pro dan kontra selalu terjadi sama halnya tanggapan saat si fahri menikah dengan aisha yang bercadar dan sebagian orang mengatakan bahwa fahri menikahi hartanya karena si aisya itu jelek yang ditutupinya dengan cadar(secara novel) tapi realita di filmya mem-visualisasikan seorang yang cantik jelita(secara film). inilah bukti novel dan film sama2 berhubungan dan membantu kekurangan
    sukses kang abik aku sempet juga baca bait2 cinta smg selaris aac juga
    skses buat kang hanung, piala citra menantimu.
    2 kata yang aku ingat dari prof dr abdl rouf (orng gila di penjara) adlh ikhlas dan sabar.
    dan kata2 maria menjelang ajal :
    cinta dan keinginan untuk memiliki memang tidak sama.

    Suka

  12. Ass……..
    Aku tunggu-tunggu nich, kapan Film Ayat-ayat Cinta diputer???
    Pasti bakalan seru,………..
    Sering-sering aja buat film yang mengangkat kaidah-kaidah agama kayak gini ya…
    Wss…….

    Suka

  13. ass…
    para pecinta AAC…
    mang filmnya kurang bagus ya?????
    cz qta lom sempet nonton niey…..
    tapi kayaknya cerita dinovel bagus banget koq….

    Suka

  14. film AAC bagus kok !!! walau tidak sebagus novelnya, saya kira Mas Hanung sudah bisa menvisulisasikan isi novel kedalam filem walau tidak sampai 100%, kalau ingin detail seperti di novel, filem nya bisa 10 jam kaleeee…….

    bravo buat Mas Hanung dan Kang Abik……….

    semoga karya kalian bisa menjadikan Indonesia lebih baik. Ammiin

    Suka

  15. keluarga punjabi cuma pembuat sinetron2 sampah!!
    beginilah akhirnya ketika ia mengangkat novel religi yg sarat makna ke layar lebar… gak ubahnya film picisan….minim makna, hlanglah pesan sebenarnya dari novel tersebut…:((

    pencinta karya kang abik spt saya..bener2 terpukul…bin kecewa…
    cediiihhh..:((

    Suka

  16. ya… sepertinya kita harus menyiapkan dua sikap sebelum nonton film ini. Pertama, bangga karena telah lahir sebuah film yang mampu menjadi pembeda dari berbagai film konvensional Indonesia. Kedua, Kecewa karena bisa jadi film ini akan kehilangan esensinya (setidaknya kurang atau bahkan jauh dari sempurna). Semua ini terjadi karena espektasi dan persepsi kita yang pernah membaca novelnya maupun derasnya pembicaraan orang seputar cerita aac. Namun hemat saya, akan lebih baik ketika kita mampu memobilisasi persepsi yang sewajarnya tentang film ini. Tentulah akan terjadi banyak perbedaan antara film dengan novel yang pernah membuat kita terperangah, takjub, gunda, haru dan sebagainya itu. Betapa tidak, dalam novel kita dapat menemukan kelembutan dan kelihaian kang abik pada seluruh penggambaran ruang dan kelembutan bahasa “cinta” di dalamnya. Jika pada film, sangat memungkinkan terjadi gap persepsi tentang seganteng apakah fahri, secantik apakah aisah, maria, maupun noura. Adalagi persoalan seputar gaya bicara yang pastilah tidak akan sama dengan ketika kita mengungkapkan pernyataan fahri dan tokoh-tokoh yang lainnya dengan gaya bahasa atau cara baca kita. Belum lagi persoalan film ini dibuat oleh siapa dan seberapa banyak bagian cerita yang dipotong. Jangankan film, kalau sepuluh orang memasak dengan konfigurasi bumbu yang sama, bisa jadi rasanya akan berbeda kesepuluh-sepuluhnya. Nah loh!!!!! Hikmahnya adalah ada satu usaha besar yang dilakukan kang abik saat ini untuk memperluas dakwahnya (tidak sekedar dengan novel). Mari kita berikan apresiasi penuh!!!! Agar nanti dapat terbuktikan: Bahwa film seperti ini lebih dapat diterima ketimbang film yang mengkomersilkan hantu, paha, dada, bibir dan ocehan kotor yang dibalut dengan argumentasi REALITA!!!!!

    Suka

  17. Assalamu’alaikum.wr.wb

    Semoga ajha…filmnya sebagus novelnya yang sarat akan kaidah-kaidah dan ajaran Islam. Amien…

    Wassalamu’alaikum.wr.wb

    Suka

  18. kapan d putar filmnya?!?
    udah gk tahan nieyh nunggu filmnya!!!!!!
    semoga filmnya bakal meledak d pasaran
    bravo,A2C!!!!!!!!!!!!

    Suka

  19. mmh….alhamdulillah sih kita bisa bikin film, yang islami. Walaupun banyak kekurangannya disana sini. Emang sih Novel karya kang abik tuh beda bngt ma filmnya. Tapi ya betul, ambil hikmahnya aja. Toh kita jg gak memberikan kontribusi nyata pada pembuatan film ini. Lagian emang para pemain dan produser n sutradaranya perlu bnyak pengarahan dan bimbingan. ya, kita doakan saja moga nanti bisa bikin film islami yang sesuai syariah.

    Suka

  20. KEPADA SIAPA SAJA YANG MENUNGGU FILM AYAT-AYAT CINTA DENGAN PENASARAN DENGAN HATI DAN PIKIRAN YANG TERBAYANG KEINDAHAN NOVELNYA AKAN KECEWA!!! FILM ITU BURUK SEKALI, BURUK SEKALI….TURUT BERDUKA CITA BUAT KANG ABIK….TAK ADA FAHRI, TAK ADA MARIA, TAK ADA AISHA, TAK ADA HAWA TAKLIM AL-AZHAR, TAK ADA RUH ISLAM, TAK ADA PERISTIWA CINTA YANG MENYENTUH SPIRITUALITAS KITA…..!!! YANG ADA HANYA ROMANSA HAMBAR YANG SANGAT MEMUAKKAN!!! MANOJ PUNJABI, DHAMOO PUNJABI, HANUNG BRAMANTYO DAN SALMAN ARISTO YANG MENGADAPTASI NOVEL INI MENJADI SKENARIO YANG BURUK HARUS BERTANGGUNG JAWAB…!!!!!!! 18 FEBRUARI SAAT SAYA MENONTON GALA PREMIERE FILM ITU DI PLAZA SENAYAN XXI ADALAH SAAT-SAAT TERBURUK DALAM HIDUP SAYA…..!!!!

    Suka

  21. ayat2 cinta……..
    satu novel yang menggugah jiwa, kii akan ditonton jutaan bahkan ratusan juta orang….semoga nilai2 keislaman yang ada dalam novel tersebut tidak hilang dalam film yang akan dibuat, Amin

    Tapi aku bayangin fakhrinya tuh cuakep buanget tapi ternyata biasa aja…Ya gapapalah

    Suka

  22. Sekedar komentar mengenai film “Ayat-ayat Cinta” karya Hanung Bramantiyo.

    “Inikah film yang diangkat dari novel Ayat-ayat Cinta itu ?”. Mungkin inilah pertanyaan di kepala saya selepas menyaksikan film Ayat-ayat Cinta. Sudah tidak terhitung kawan-kawan yang nyeletuk soal ini, sampai menunggu kapan film ini dirilis. Menarik, mungkin karena filmnya adalah film yang diangkat dari salah satu novel Islami terlaris karangan Habiburrahman El Shirazy, dengan isi yang penuh penghayatan terhadap cinta dan cukup mengharu biru, dengan dibungkus latar kisah anak manusia di negeri Mesir.

    Pantas saja orang kemudian bertanya-tanya apa jadinya jika novel yang penuh nilai-nilai spiritual seperti ini kemudian diangkat kedalam film. “Cinta” seperti apa yang kemudian dibicarakan, sementara tafsir cinta sendiri begitu banyak dibicarakan dalam berbagai karya-karya Islam, tidak hanya dalam novel Ayat-ayat Cinta yang menjadi sumber film ini ?

    Sebagai muslim, saya meyakini bahwa cinta tertinggi adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan cinta-cinta yang lain bersumber dari cinta tertinggi ini. Sayangnya cinta hampir selalu diidentikkan dengan nuansa “merah jambu”, kisah kasih dua muda-mudi yang merasa dunia menjadi milik berdua. Maka “cinta” pun terjebak saat akan digambarkan. Seperti apa esensi cinta yang terlukis ?? Dia bisa jadi agung dan mengharu biru di satu sisi, namun kemudian berubah menjadi picisan di sisi lain.

    Film “Ayat-ayat Cinta” ini pun masih terjebak dalam problema yang sama. Tokohnya memang sama persis. Masih ada Fahri, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Al-Azhar Mesir dengan sifatnya yang sederhana, taat beribadah, dan senang membantu, Maria Ghirghis seorang Kristen Koptik yang tinggal di lantai atas flat milik Fahri dan memendam cinta pada Fahri, dan Aisha sang gadis Jerman keturunan Turki yang kaya raya namun bersahaja. Ditambah juga tokoh-tokoh lain seperti Noura, Syaiful, Nurul, dan lainnya.

    Alur pun secara umum masih sama, walaupun dengan penyesuaian dan pemotongan di sana sini. Sayangnya titik berat film ini lebih banyak pada masalah Fahri di pengadilan. Sedangkan awal film yang semestinya bisa memberi penggambaran tentang proses pernikahan yang baik dan bagaimana pertimbangan Fahri dalam memilih pasangan sebagai contoh seorang pemuda yang ingin menikah banyak tidak tergambar utuh, sehingga yang tampak malah seorang Fahri yang diburu gadis-gadis. Lengkap dengan surat cintanya masing-masing. Porsi tentang muhasabah menuju jenjang pernikahan yang semestinya bisa menjadi penyampaian pesan “Ayat-ayat Cinta” justru tidak tergambar baik.

    Dengan bersumber pada sebuah novel yang bernafaskan nilai-nilai keislaman, “Ayat-ayat Cinta” pun sebaiknya ditampilkan dengan hati-hati. Sudah semestinyalah adegan-adegan yang “berlebihan” seperti (maaf) adegan berciuman tidak perlu ditampilkan di film “Ayat-ayat Cinta” ini, agar tidak menimbulkan bias pada pesan cinta yang ditampilkan. Bukunya pun tidak pernah sampai menuliskan peristiwa berciuman seperti yang ditampilkan di film.

    Walaupun demikian, film ini bukannya tanpa bagian yang menarik. Adegan 20 menit terakhir film ini mungkin akan menjadi pertentangan antara mereka yang pro dan anti poligami. Bukan apa-apa, adegan Fahri yang kemudian beristri dua dengan Aisha dan Maria ini digambarkan dengan jelas lengkap dengan seluk beluk permasalahannya. Entah apakah ini improvisasi sang sutradara. Karena di bukunya, walaupun Fahri menikahi Maria, pernikahan itu begitu singkat dikarenakan penyakit Maria yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi sampai akhirnya meninggal. Tapi ayat-ayat Cinta versi layar lebar justru memperpanjang kisah pernikahan yang kedua ini, menimbulkan beda yang besar dengan yang ada di buku, dan alur yang bias walaupun tetap dengan ending sebuah kematian. Saya sedang tidak membahas tentang poligaminya, tapi penonton bisa menyimpulkan sendiri nanti setelah menyaksikan film ini.

    Saya pribadi berpendapat sebaiknya “Ayat-ayat Cinta” tak perlu difilmkan. Biarkan dia tetap di buku dan interpretasinya diserahkan kepada masing-masing orang yang membaca. Pesan dan penghayatan akan cinta kepada manusia atas dasar cinta kepada Yang Maha Kuasa lebih tercapai, ketimbang berusaha menampilkannya dalam bentuk yang setengah-setengah sehingga penonton akan bingung apakah dia menyaksikan sebuah film bertemakan Islam dengan pesan cinta ataukah malah sebuah film remaja.

    Saya juga berharap film ayat-ayat Cinta ini pun memang digarap sebelumnya secara profesional. Karena begitu banyaknya film-film atau sinetron-sinetron Indonesia yang dicap plagiat dengan banyak menyadur unsur-unsur dari film lain.Film “Ayat-ayat Cinta” pun sama. Musik latar yang dipakai pada adegan pernikahan Fahri dan Aisha yang penuh kegembiraan jelas-jelas diambil dari musik latar film Taegukgi dari Korea Selatan, yang ironisnya justru menceritakan tentang perang Korea yang tragis. Musik latar ini pun begitu sering dipakai dalam berbagai adegan dalam film Ayat-ayat Cinta. Entah apakah Hanung Bramantiyo sebagai sutradara sudah mendapatkan izin untuk menggunakan lagu ini dalam filmnya. Ada juga musik-musik latar yang saya rasa diambil dari film lain, tapi saya kurang tahu jelas. Saya harapkan sih minimal memang sudah ada izin, karena sungguh memalukan kalau sekali lagi film Indonesia masih meneruskan budaya “plagiarisme”-nya.

    Semoga film “Ayat-ayat Cinta” juga tidak menimbulkan kesan cinta muda-mudi yang berlebihan. Akan begitu aneh jika itu terjadi sedangkan film ini justru diangkat dari sebuah novel yang menggunakan nilai-nilai Islami.

    Suka

  23. Semoga Filmnya tidak melencong dari Novelnya!OK Mas Hanung?????

    yg jelas salut jg buat para pemainnya…..

    Sumpah..Rianti cantiq banget pke Hijab+cadar!

    mreka pasti kesulitan ngapalin dialognya..

    bhs Mesir???jd penasaran nich…..

    Suka

  24. Alhamdulillah…..

    ne novel pertama yg aq baca dlm waktu beberapa jam!

    biasanya aq baca satu novel bisa berminggu2…

    Ne novel Khayalan tingkat tinggi banget kang!

    dibuatnya qt yg jd tokoh utamanya!

    T.O.P bgt dech!

    Salut Buat Kang Abik…

    Cay yooo…

    Suka

  25. aq kecewa ne,,

    film’a lama bgt seh diputernya,,

    aq cinta bgt ma novelnya,,

    filmnya gmn ya??

    pnasaran bgt…..

    Suka

  26. Ass..,
    Bner kt febri n0vel ntu ga layk dflmkn,cz bgaimnpun sstem ekon0mi dngara qt adl kapitalis so sngt g mgkn mksd dflmkny A2C wat dkwh yg da hny cari untng sbsar-bsarny.

    Suka

  27. good response…Alhamdulillah,, For Rewo,, menurut gw sih bakalan bagus secara Film A2C ini kan made in Islam,, kalo yang bikin holywood sono mah kagak ngarti dia,, ntar yang ada malah di melencengin lagi,,! SEPAKAT?! ini aja filmnya agak2 aneh,,

    Suka

  28. Klo baca ceritanya,baguus bgt,sprti bnr2 mengalami n masuk ke dunia sana.waktu dgr novel ini mau difilmkan,rasanya penasaran bgt.. bisa gak ya filmnya nnti sebagus novelnya?yg paling bikin hati ini gak menentu (ciee..) adlh…bisa ga ya para pemain betul2 menjiwai peran mereka?terutama Fahri, Aisha n Maria…mrke bkan orag2 biasa (bagiku)..org2 luar biasa, dan pemerannya harus org2 luar biasa pula..agar para tokoh tidak hanya berkessesuaian scr fisik tapi jg inner mereka,shgga film ini bnr2 memiliki “ruh” dan ga kalah ma novelnya. ah…ini hanya isi di kepalaku…doaku..semoga para pemainnya kelak bnr2 dpt mengikuti jejak 3 tokoh utama tadi,bukan sekedar berperan..tapi berusaha menjiwai dan mengamalkan apa yg mereka perankan dlm keseharian para pemeran…(amiin)wallahu’alam bish showwab

    Suka

  29. “wah nek ra nonton rugi tenan,………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….semoga novel “KETIKA CINTA BERTASBIH”segera menyusul filmnya…….tak tuggu yo mas Hanung……………………

    Suka

  30. “Bagus bgt a2c,malah aku pengen dg adanya film ini bisa dijadikan contoh bg pemuda n pemudi Indonesia tuk bisa mengaplikasikan dikehidupan nyata dr semagat hidup n jalan cinta tuk mendapat kebahagiaan hidup didunia n akherat nanti”

    Suka

  31. kalau prasaanku sih film a2cnya bakal jelek, tau sendiri lah kwalitas film indonesia.. mungkin kalau yg bikin holywood gue percaya bakal bagus…

    Suka

  32. alhamdulilah akhirnya film yang ditunggu2 ad jg…..aplg pmrn fahrinya itu fedi nuril..yg jd aishany jg rianty..mnrt sy sih ckp bgus jg mrk yg jd pemerannya..klo ketika cinta bertasbih mau dibikin filmnya jg g?hehehe..

    Suka

  33. bravo ayat2 cinta! baca novelnya aja udah tertarik banget palagi lihat filmnya.aku jadi penasaran bangettt.pengen cepet2 lihat film ayat – ayat cinta.dari dulu aku emang suka dengan karya2nya mas Hanung.apalagi di film ini pemeran utamanya fedi nuril wuih aq jadi semakin ngedukung banget film ini.semoga film sukses.film yang kayak ginilah yang aku tunggu2 selama ini coz aq udah mulai boring ama film horor.kebanyakan di indonesia film horor jadi lama kelamaan aku jadi malez nglihatnya

    Suka

  34. maaf….
    ko bisa mas hanung yg jd sutradara?
    apa ga da yg lain? soalnya mnurut aku film2nya mas hanung cuma skedar bagus aja, bkn yg bersifat memorial…
    film2nya mas hanung bener2 hiburan. dan isi dari buku ini bukan jelas bkn hiburan!
    maaf aku nge fans bgt ma ayat2 cinta, so’ aku pgn filmnya pun bnr2 bagus, biar ga bikin down krn bukunya udah bnr2 bagus bgt…
    buat semua yg memproduksi film ini, aku mgkn bisa di bilang mewakili semua fans ayat2cinta…
    tolong jgn dirusak hanya krn materi ya….pliss 😦

    Suka

  35. wah…memang indonesia butuh film-film yang mendidik, karna pemuda dan pemudinya mudah terpengaruh oleh segala sesuatu yang ia lihat…kalo yang ia lihat baik..biasanya akan langsung dicontoh….
    sinetron sinetron indonesia banyak menampilkan hal yang tidak mendidik
    bagus kalo menampilkan hal yang mendidik melalui film
    sukses…

    Suka

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s