Sebuah renungan untuk orang tua..


Sebagai orang tua dari seorang anak, saya merasakan betapa beratnya menjaga amanah yang satu ini. Kalau saya renungkan rasa Sabar adalah kunci dari mendidik seorang anak. Walaupun secara pribadi, saya juga belum bisa melaksanakan sepenuhnya kesabaran ini. Kadang, kesabaran juga kalah oleh hawa nafsu kemarahan dari Syaithan (Astaghfirullah).

Sebagai contoh kecil jika kita pulang kerja kondisi badan lelah dan letih, sampai di rumah anak rewel minta ini dan itu, apa tindakan kita ke anak??? Silakan jawab masing-masing, saya yakin anda bisa bicara jujur dalam hal ini…

Sedikit menyampaikan ilmu dari apa yang saya baca dari sebuah buku yang berjudul “Selamat, Anak anda Luar Biasa!” karangan Muhammad Albani saya sampaikan bagaimana konsekuensi cara mendidik kita ke anak.

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar
berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar
rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar
menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar
menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar
keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemuan cinta dalam kehidupan

Ya Allah kuatkanlah hambaMU dalam mendidik si buah hati. Amin

Iklan

11 pemikiran pada “Sebuah renungan untuk orang tua..

  1. Bagus sekali sebagai panduan para orangtua. Semoga para orangtua menjadi orang yang bijak dalam bersikap bagi anak2nya.

    Suka

  2. semoga para anak-anak dunia bisa menjadi anak yang di banggakan oleh orang tua,saya sebagai anak bisa memahami bgmn perjuangan ortu saya membesarkan dan mendidik saya.

    Suka

  3. Orang tualah yang menjadikan dia islam ataupun yang lainnya

    Anak adalah investasi masa depan, di Jerman seorang anak rela meninggalkan orang tuanya di panti-panti jompo, kenapa????

    Jawaban yang pasti, karena orang tua tersebut semasa kecil tidak memberikan perhatian ke anaknya, ga mo repot, ngurusin ini itu, jadinya di balas tuh kelakuan ortunya…. (QS Ar Rahman)

    Suka

  4. Makasih atas infonya saya tertarik dengan baris jika anak….

    Berilah anak penghargaan atau pujian tulus atas setiap hal baik yang dilakukan dan jangan marahi ketika dia berbuat salah tapi nasihatilah, mungkin dengan marah kita akan puas tapi bagaimana perasaan sang buah hati???
    Marah bukan penyelesaian bukan?

    Yach itulah yang sedikit saya tahu setelah membaca buku “Bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain” karya Dale Carnegie.
    Ini adalah buku yang saya harapkan sejak dulu akhirnya saya bisa membacanya juga….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s