
PROLOG
Film kolosal Merah Putih bisa mengakhiri dahaga akan film perjuangan Indonesia. Apalagi, produksinya tidak asal-asalan. Film tersebut melibatkan banyak pihak profesional yang pernah sukses dengan berbagai judul film Hollywood. Produksi film itu dikerjakan serius dalam jangka waktu empat bulan. Biaya untuk pembuatan film tersebut pun tidak sedikit.
Film berbiaya 60 Milyar yang dikemas trilogi dan mulai tayang di bioskop pada 13 Agustus 2009 tersebut didukung oleh Adam Howarth, ahli efek khusus yang pernah terlibat dalam pengerjaan film Saving Private Ryan, Blackhawk Down, dan Harry Potter and The Sorcerer’s Stone.
Selain itu, ada sutradara bidang laga Rocky McDonald (Mission Impossible II dan The Quiet American), jago make-up dan visual effects artist asal London Rob Trenton (sekuel Batman, The Dark Knight), serta ahli persenjataan asal Australia John Bowring (The Matrix, The Thin Red Line, X Men Origins; Wolverine).
Lokasi syuting lebih banyak di Bandungan, Ungaran, Jawa Tengah. Sisanya, syuting dilakukan di Jogjakarta, Depok, Bogor, dan Jakarta.
SINOPSIS
Merah Putih merupakan film Trilogy Perjuangan pertama di Indonesia. Mengambil latar temporal masa revolusi fisik pasca-1945, berkisah tentang perjuangan lima kadet yang mengikuti latihan militer di sebuah kota di Jawa Tengah. Mereka, Amir (diperankan Lukman Sardi), Tomas (Dodi Alamsyah), Dayan (Teuku Rifnu), Senja (Rahayu Saraswati), dan Marius (Darius Sinathrya), masing-masing punya latar belakang, suku, dan agama yang berbeda. Suatu ketika, kamp tempat mereka berlatih diserang tentara Belanda. Seluruh kadet kecuali lima sekawan itu dibunuh. Mereka yang berhasil lolos, bergabung dalam pasukan gerilya Soedirman di pedalaman Jawa
TRAILER DAN CUPLIKAN FILM
Cuplikan Perang

Tulis Komentar